Minggu, 02 Juni 2013

Tips Menghadapi Fitnah, Kebohongan dan Kebencian

Pernah satu kantor dengan orang yang sangat menyebalkan? Sering mencari-cari kesalahan anda? Mempersulit pekerjaan anda? Sok pintar padahal bego kayak kebo? 

Orang bodoh pasti akan merasa terancam saat ada karyawan baru di kantornya yang ‘lebih’ dari dia. Lebih tinggi gajinya. Lebih tinggi posisinya. Lebih tinggi pendidikannya. Lebih ini. Lebih itu.

Pada awalnya, di depan anda, ia akan pura-pura terbuka dan ramah pada anda. Tapi di belakang, dia akan mulai menggunjing dan menjelek-jelekkan anda di depan karyawan lain, seolah-olah anda benar-benar tidak becus.  Lalu jika anda menentangnya, dia akan melakukan apapun untuk menjatuhkan anda. Jika perlu dengan memfitnah dan berbohong, serta mempersulit pekerjaan anda. Jangan kaget jika anda nyaris terjungkal karena kursi yang sedang anda duduki  didorongnya dengan kasar, misalnya.

Karena ulahnya, mungkin anda akan mengalami  banyak masalah. Mungkin anda akan mengalami kesulitan untuk bisa mengakses fasilitas kantor karena dia melakukan ‘blokade’. Mungkin anda akan kesulitan mendapatkan berkas-berkas yang anda butuhkan untuk menyusun laporan. Mungkin anda akan dijauhi teman-teman anda karena fitnah yang ia tebarkan. Dan mungkin juga sahabat anda akan menjaga jarak dengan anda karena kalian telah diadu domba.

Jika anda ‘diserang’ seperti itu, yang perlu dilakukan, pertama, jangan khawatir dan jangan takut.Jangan terburu-buru untuk memilih resign, karena jika anda menyerah, itu berarti anda berjiwa kerdil dan tak tahan uji....  Percayalah, semua itu hanya sementara. Karena sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Begitulah janji Allah dalam Surat Alam Nasyrah. Dan janji Allah adalah benar.  

Jangan risau atas segala fitnah dan kebohongan yang ia ciptakan. Karena hanya orang munafik yang gemar menyebarkan fitnah. Hanya orang munafik yang gemar berbohong. Dan hanya orang munafik yang menyerang dari belakang. Dan orang munafik akan berakhir mengerikan.

Kedua, lakukan segala sesuatu dengan haq (benar). Tetap fokus pada pekerjaan anda. Dan tangkis segala fitnah dan kebohongannya dengan cara yang benar. Misal, jika anda difitnah sebagai seorang yang jahat dan layak untuk dijauhi, maka tetaplah bersikap baik dan ramah pada semua orang. Maka pelan-pelan, segala fitnah dan kebohongannya akan terbongkar. 

Saat kebenaran terungkap, kebohongannya terbongkar, dan fitnahnya terbukti tidak benar, maka apa yang akan terjadi? Mungkin dia akan sadar, menyesal, dan minta maaf pada anda…. 

(Image from Google)
Namun jika dia orang yang ‘bebal’ dan ‘pekak’ telinganya, maka dia tidak akan merasa malu. Mungkin ia justru akan menciptakan fitnah dan kebohongan yang lebih besar untuk menjatuhkan anda. Dan kebenciannya pada anda akan semakin menjadi. Jika itu terjadi, maka anda jangan balas membencinya. Jangan biarkan penyakit hati muncul dan bersarang di hati anda. Rugi, jika hati anda menjadi kotor hanya karena orang seperti dia.

Jika dia membenci anda, biarkan saja dia membenci. Karena jika dia begitu membenci anda, itu berarti dia begitu terpaku pada sosok dan segala sesuatu tentang anda. Itu berarti pula, dalam hatinya yang paling dalam, dia mengakui kelebihan anda, hingga mencari cara untuk menjatuhkan anda.

Namun hal yang perlu diingat, bahwa tidak ada yang bisa menjatuhkan orang yang telah diangkat derajatnya oleh Allah, dan tidak ada yang bisa mengangkat orang yang telah direndahkan derajatnya oleh Allah.
Comments
53 Comments

53 komentar:

  1. alhamdulilah, setelah baaca ini, hati ku tenang dan gaa tkut lgi dengan yang namanya fitnah wlpun kdg msih suka risih.. ammiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. smg bermanfaat ya, n slm kenal :)

      Hapus
    2. Pernah juga si kluarga saya difitnah lewat fb ama twitter, mencemarkan banget...
      ga tau siapa orangnya, kayaknya si pake akun palsu...
      terpaksa banget beli software hack facebook & twitter di www.TERLACAK.com buat ngehackin akun yg ngefitnah itu...
      eh setelah dapet softwarenya & tau passwordnya, saya buka pesan masuk fbnya, ada inbok tuker2an nomor hp sama cewek...
      iseng2 saya cek tu nomor, eh ternyata nomor sodara saya sendiri...
      sodara penghianat...

      Hapus
  2. saya pernah mengalami hal ini ,hampir 4th saya bertahan dan akhirnya saya memilih resign,namun setelah resign ,saya coba mencari kerjaan ditempat lain , tapi fitnah itu masih mempengaruhi saya sehingga saat ini saya sulit dapat kerjaan, tapi saya kembalikan kepada Alllah , semoga ada hikmah dibalik semua ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selalu ada hikmah dibalik segala kejadian. smg Allah memberi ganti yg lebih baik pada anda

      Hapus
  3. Alhamdulillah ikut tenang hatiku membacanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... smg membawa manfaat

      Hapus
  4. Saya sekarang lg bgtu bu..tapi apabila saya tdk resign lingkungan itu sdh tdk baik untuk saya dan org itu d blkang sya makin lama makin ngomongin sy dg hal yg beda dg fakta.. bgaimana ya buk sebaiknya?resign atau tdk,sdgkan sy sdh d panggil d tmpat kerja lain yg lgkungannya para motivator semua..bisa mmbwa sy bersikap positif thinking ..trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segala sesuatu selalu ada hikmahnya, dan dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Mungkin panggilan kerja di tempat baru yang mungkin lebih baik adalah hikmah dan kemudahan yang anda dapatkan dari apa yang telah anda alami.... Soal resign atau tidak coba tanyakan kembali kepada hati anda. Percayalah kata hati tidak pernah bohong. Dan jika anda seorang muslim, cobalah melakukan sholat Istikharah, minta petunjuk pada Allah, karena hanya Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.

      Hapus
    2. Makasih tante jawaban nya bikin lega :) ..

      Hapus
    3. makasih kembali, Ika, dan semoga bermanfaat :D

      Hapus
  5. Bagus Banget mba.. moga kita smua dijauhkan dari penyakit hati..soale aku ya lagi difinah katanya sudah nikah koq masih nguber2 org .. suamiku Baik... Aku selama Menikah tidak pernah Berbuat macam2.. tp biar dia mo ngomong apa.. Pa lagi stelah baca posting mba dwisuka Bermanfaat sekali.. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali mbak. semoga mbak atmiyati selalu kuat dan baik-baik saja.. :)

      Hapus
  6. Pernah juga si kluarga saya difitnah lewat fb ama twitter, mencemarkan banget...
    ga tau siapa orangnya, kayaknya si pake akun palsu...
    terpaksa banget beli software hack facebook & twitter di www.TERLACAK.com buat ngehackin akun yg ngefitnah itu...
    eh setelah dapet softwarenya & tau passwordnya, saya buka pesan masuk fbnya, ada inbok tuker2an nomor hp sama cewek...
    iseng2 saya cek tu nomor, eh ternyata nomor sodara saya sendiri...
    sodara penghianat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Turut prihatin. Semoga anda dan keluarga baik-baik saja. :)

      Hapus
  7. Alhamdulillah, ada ketenangan setelah baca tulisan ini...

    BalasHapus
  8. Izin copas ya mba ke https://plus.google.com/117984567331560623517/posts/4u6REtmJnDF

    BalasHapus
    Balasan
    1. monggo, asal disertakan sumber/link aslinya.... :D

      Hapus
  9. Saya memiliki junior yg saya curigai mencuri barang saya. Berdasarkan saksi2 ia lah pelakunya. Namun saya tak lgsung menjudge dia. Saya bertanya secara baik baik dan 4 mata. Namun sebaliknya yang saya dapat. Saya justru d maki dan terus dikerjai olehnya. Dia selalu memaki sy d dpn org bnyk. Seketika harga diri sy sbg senior sirna. Namun sy tak pernah pedulikan kata2nya. Namun ia selalu memaki sy setiap lewat dekatnya dan sy sikapi dg diam. Namun lama2 telinga saya panas dan hati saya risih selalu d kerjai serta di jahili olehnya. Sy merasa selalu tak tenang. Mohon masukannya, sy amat bingung sekali. Terimakasih dhulu sy sampaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Andra yang baik...

      Terkadang orang yang berbuat salah, akan berbuat apapun untuk menutupi kesalahannya. Contohnya orang yang berbohong, ia akan berbohong untuk menutupi kebohongannya yang pertama, lalu akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongannya yang kedua, dan begitu seterusnya.... Mungkin itu yang terjadi pada junior anda hingga ia selalu menyerang anda.

      Ada 2 opsi yang mungkin bisa anda lakukan:
      1. Jika anda yakin saksi-saksi yang anda punya adalah orang-orang yang benar, dan jika junior anda terus-menerus menyerang anda, maka sesekali anda perlu menggertaknya (sebagai shock therapy, istilah kerennya). Katakan bahwa apa yang ia lakukan, yakni mencuri dan memaki (mencemarkan nama baik) adalah kejahatan, dan anda bisa melaporkannya ke polisi. Mungkin ia akan surut, karena biasanya orang yang terlalu banyak omong, akan 'keder' jika digertak. Lakukan hal itu di saat yang tepat. Kapan sat yang tepat? Yang paling tahu situasinya.... Namun jika, hal itu tidak mempan, maka anda bisa benar-benar melaporkannya ke polisi. Toh, anda punya saksi. Laporkan soal pencurian, dan juga pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan.

      2. ini adalah opsi yang sulit.... anda bisa tetap membiarkannya, anggap apapun yang ia ocehkan adalah angin lalu. Seperti pepatah, anjing menggonggong kafilah berlalu. Semakin anda tak perduli dengan omongannya, semakin dia kelabakan. Dengan kata lain, di sini anda melangkah dengan elegan. Apalagi sebagai senior, maka teman-teman kerja anda yang lain tentu lebih mengenal anda daripada dia. Tak perlu risau dengan apapun yang ia katakan, karena orang lain yang mendengar ucapannya, pasti tidak akan menelannya mentah-mentah begitu saja. Mereka pasti bisa menilai, apalagi mereka lebih mengenal anda. Percayalah, cepat atau lambat, kebenaran akan terungkap.... (Maaf) Jika anda seorang muslim, maka jadikan sholat dan sabar sebagai penolongmu. Banyak-banyaklah istigfar agar terbuka jalan keluar yang baik. Mengalah bukan berarti anda rendah dan kalah, namun Allah akan mengangkat derajat anda.

      Semangat dan tetap lakukan segalanya dengan benar... :D

      Hapus
  10. Mantaaaab.
    Membantu menyembuhkan luka hati.
    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali.. semoga bermanfaat :)

      Hapus
  11. Saya memiliki ke curiggaan ama tetangga saya setelah jendela di congkel dan ngambil hp dua biji ahirnya saya slidikin tetapi kecuriggan says makin kuat setelah memergokin tetangga saya tapi saya tegor malah orang tuanya yang gak nerima ama keluarga saya tiap hari nyindir ama ngomong ke orang2 sampe gak ada yang percaya ama saya sekeluarga tolong dong bantuanya untuk ngadepin orang seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Elsa yg baik,

      kasus yang anda hadapi, mirip dengan kasus di atas.... Sebenarnya begitu anda menyadari jendela anda dicongkel dan hp hilang, anda bisa langsung lapor polisi, biar polisi yang bekerja karena pasti masih ada jejak si pelaku.

      Jika maksud anda dengan 'memergoki' adalah memergoki yang bersangkutan saat sedang berada atau masuk ke rumah anda, maka hal tersebut bisa pula anda laporkan pula ke polisi, karena masuk ke rumah atau pekarangan orang lain tanpa ijin adalah PELANGGARAN hak kebebasan rumah tangga; bisa dilaporkan ke polisi, apalagi jika ada dugaan pencurian sebelumnya.... Jika tetangga anda masih saja mengata-ngatain atau menyindir anda, maka bisa anda sampaikan hal tersebut sebagai shock therapy. Namun bila ia masih melakukannya, sementara anda adalah orang yang benar, maka anda bisa laporkan orang tersebut ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

      Opsi, lain, jika anda dan keluarga bersedia bersabar, maka biarkan saja. Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong anda. Selama anda benar, sekeras apapun dia menyindir/menjelekkan bahkan sampai anda dan keluarga dikucilkan orang-orang, hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Insya Allah semua akan terungkap dan keadaan bisa saja berbalik, karena tiap-tiap orang menerima balasan sesuai dengan apa yang dilakukannya. Itu janji Allah. Coba baca QS Al Baqarah ayat terakhir.

      Yang paling penting, lakukan segalanya dengan cara yang benar. Semoga masalah anda cepat selesai.

      Hapus
  12. Aku juga nih mba baru resign, ga tahan selalu di fitnah, dituduh yang enggak2, hopeless padahal sudah senang dapet kerja deket rumah, orang tua jg bersyukur banget, tp aku resign stelah 2bln krja. Nyesel sih resign, tp mungkin itu terbaik, orang tua tidak masalah saya resign tapi saya merasa bersalah, nganggur lagi.
    Saya di fitnah banyak sekali, sampe di meeting dia menjelek2an saya, rasanya sakit hati sekali, down saat atasan bilang saya selalu buat kesalahan dan beliau bilang kesaya itu dapet laporan dr si A, saya sudah bekerja sesuai dengan aturan, sesuai mentioned dari A.
    Saya jg pernah dituduh menghilangkan doc padahal saya sudah berikan ke si A dr pagi. Dan si A slalu ancam saya "saya akan laporin hal ini ke atasan" selalu seperti itu, nyatanya doc ada di meja dia, saya minta kejelasan kenapa bisa di meja dia, tp dia diam. Sering sekali.
    Pernah saya diajak dinner sama atasan ramai2 ke daerah cukup jauh, ibu saya melarang, kmudian saya alasan ada acara dirumah jadi ga bs ikut.
    Dan juga sebetulnya saya dpt info dr yg sudah resign, kata nya si A suka "minum", saya jg takut kalo acaranya sampai seperti itu, terlebih dinnernya di rstoran sbuah hotel, saya takut saat pulang si A setir mobil. Karena saya ga ikut si A ancam saya kalau nilai saya jelek krna ga ikut acara.
    Hub antara A dan atasan seperti spsg kekasih, padahal atasan jg sudah pny istri. Astghfrullah, Alhamdulillah ga ikut acaranya, karena teman saya bilang kelakuan A parah banget ke atasan.
    Si A ini bossy dan kelakuannya kyk cwe ga bener.

    Ya Rabb, berikan lah aku pekerjaan yang terbaik dan profesional. Ya Rabb, bukakanlah pintu rizki Mu untukku. Amiiiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Sora,

      terima kasih atas sharingnya. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Anda memiliki keberanian untuk memilih. Anda lebih memilih nasehat ibu, dan menghindari mudharat yang lebih banyak. Good job.. :D
      Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan lebih barokah..

      Hapus
  13. Two thumbs up for ya Dwisuka.
    Postingannya membantu semua orang yang lagi galau wabil khusus employee yg sdg hopeless.
    Terima kasih supportnya, Amin Ya Rabb.
    Semoga mba Dwisuka selalu diberi kesehatan.
    Selama hayat masih dikandung badan, aku harus bekerja! Semangat! Berusaha cari kerja lagi! Semua usaha tidak ada yang sia-sia selama disertai doa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. terima kasih, Sora. Semangat ya. :D

      Hapus
  14. Saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya,karena blog ini telah sangat membantu saya,membuat stress saya hilang,terima kasih ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali... be happy ya. :D

      Hapus
  15. Saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya,karena blog ini telah sangat membantu saya,membuat stress saya hilang,terima kasih ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali.. senang bila artikel ini bisa membawa manfaat. :D

      Hapus
  16. Bagus sharingnya. Hal yang mirip sering kita jumpai di sekitar kita.

    BalasHapus
  17. Terimakasih atas pencerahannya,,
    Semoga bermanfaat bagi yg membacanya, termasuk saya sendiri..

    BalasHapus
  18. Aku masih sekolah, tapi aku udah punya temen yang sangat membenciku, aku cuma bisa berdoa dan berdoa supaya dia tidak menghasut orang banyak untuk membenciku :(, padahal saya baik banget sama dia, tapi kenapa dia tetep membenci saya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aldy yang baik,
      terkadang ada orang yang sirik dan benci pada orang baik. Bagus sekali kamu tidak membalas dan menjawabnya dengan doa. Berdoalah supaya dilindungi dari kebencian dan fitnah... Mungkin suatu saat orang tersebut akan malu sendiri dan berubah baik.
      Oya, selain berdoa, jangan lupa belajar ya.. :D

      Hapus
  19. Saya baru buka blog ini tapi Tolong bisakah mencari solusi untuk masalah yang sedang saya hadapi.
    Saya ibu pekerja Dan Pekerjaan saya cukup Berat bagi Kebanyakan Karena ditempat saya bekerja saya lah yang yang mememgang kendali untuk beberapa department masalahnya yang timbul bukan Dari Pekerjaan saya tetapi Dari orang orang yg menjadi team saya. Mereka sangat Mudah mendiamkan saya dengan alasan yang sangat sepele sehingga Pekerjaan saya sangat terhambat padahal Justru mereka yang sebenarnya sangat bergantung pada saya. Tetapi kenapa mereka seolah olah membuat seperti kebalikannya. Saya sangat tidak nyaman dengan Kondisi seperti ini.. Bagaimana saya harus bersikap menghadapi Kondisi orang orang seperti ini. Saya sudah bersikap ramah Dan tidak memilih untuk membantu orang lain tetapi saya mendapatkan balasan yang menyakitkan saya.. Tolong bantuannya

    BalasHapus
  20. Mereka begitu Mudah mendiamkan saya dan berhenti untuk bekerja (bermalas malasan) padahal setiap waktu saya harus memastikan bahwa Pekerjaan itu Selesai tepat pada waktunya. Karena Jika mereka bersikap mendiamkan saya bagaimana saya mau bekerja. Apakah saya harus mengundurkan diri . Saya Sadar tempat saya sangat rawan masalah Karena semua aktifitas perusahaan ini 60 % Adalah tanggung jawab saya. Saya bingung bagaimna harus menghadapi ini semua.. Fitnah adalah tempat saya sehari Hari. .tolong Bantu saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Mbak Mellyna,

      membaca sharing anda, saya sudah bisa membayangkan betapa besar beban tanggung jawab yang anda pikul. Tidak semua orang mampu memikul tanggung jawab sebesar itu. Dua jempol untuk anda.... Seperti kata pepatah, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa, mungkin itu yang saat ini sedang terjadi pada anda, termasuk fitnah yang sering anda hadapi.

      Terkait kondisi yang saat ini membuat anda sangat tidak nyaman, saya pernah mengalaminya (meski mungkin tidak sama), hingga saya berada dalam situasi bimbang, tidak tahu harus melakukan apa dan mengambil sikap seperti apa, dan hal itu berpengaruh pada produktifitas saya untuk beberapa saat. Sampai-sampai saya harus melakukan konseling, dan Alhamdulillah, setelah itu saya bisa memutuskan apa yang harus dilakukan.

      Saya tidak tahu dengan kondisi perusahaan tempat anda bekerja, apakah ada sistem evaluasi kinerja bagi karyawan atau semacamnya. Ataukah ada tempat untuk melakukan konseling di divisi HRD.... Namun jika tidak, anda bisa membantu diri anda sendiri dengan menulis segala yang anda rasakan, baik atau buruk, terkait pekerjaan anda dan beban anda. Kalau perlu anda bisa menyebut nama orang-orang yang membuat anda tidak nyaman berikut dengan apa yang mereka lakukan terhadap anda. (Setelah menulis semuanya dikertas secara lengkap, kertas tersebut lebih baik dibakar. Tips ini saya dapat dari konselor yang pernah membantu saya).... Setelah menulis semuanya itu, maka mungkin anda akan merasa lega, lalu anda bisa menentukan sikap. Bahkan mungkin bisa menemukan menjadi solusi bagi situasi anda sekarang. Termasuk apakah perlu untuk membicarakan hal tersebut dengan atasan anda, atau tindakan lain.

      Jujur saja, andalah yang paling tahu situasinya saat ini, dan sebenarnya solusi terbaik itu, anda sendirilah yang bisa menjawabnya.

      Demikian yang bisa saya sampaikan, berdasar apa yang pernah saya alami.



      Hapus
    2. Maksud saya adalah bahwa anda bisa mendapatkan solusi itu sendiri setelah anda mengeluarkan beban anda secara jujur dan lepas. Pengeluaran beban, selain dengan cara yang saya sebutkan di atas, akan lebih baik bila dibarengi dengan cara agamis. (Maaf) jika anda seorang muslim, maka anda bisa melakukan tahajut dan banyak istighfar, insya Allah akan membuat pikiran dan hati kita tenang. Dan bila pikiran dan hati tenang, insya Allah, jawaban atas kegalauan itu akan bisa ditemukan, dan akan bisa menentukan apa yang harus dilakukan ke depan.

      Hapus
    3. Saya memiliki permasalahan terkait dengan ghibah dan fitnah disekitar lingkungan saya. Kebetulan keluarga kami adalah pendatang yg menyewa rumah di lingkungan ini. Seiring waktu kami merasakan bahwa kami kehilangan privasi karena omongan kami sehari-hari direkam untuk dijadikan lelucon dimalam hari. Kebetulan di depan rumah kami ada warung wedangan yg sering dipakai untuk nongkrong pemuda dan bapak-bapak. Mereka sering nongkrong hingga jam satu malam dan topik yg sering dibicarakan adalah kluarga saya. Kebetulan saya belum menikah diumur saya yg sudah tua dan saudara saya juga mengalami sakit mental dia juga tertekan akibat omongan orang-orang ini. Pada awal kami pindah kami mencoba bersikap ramah namun dibalas dengan sikap acuh dan arogan baik oleh para ibu-ibunya maupun bapak-bapaknya. Hanya sedikit yg baik namun rata-rata semuanya suka sekali menghina dan memfitnah kami. Adik perempuan saya sangat tertekan dan dia baru merintis usahanya namun tiap malam dia harus mendengarkan cibiran para tetangga yang selalu fokus pada kehidupan kami dan mencari-cari kesalahan kami. Kini kami tengah berniat untuk pindah untuk alasan ketenangan batin. Mohon sarannya apa yang bisa kami lakukan untuk menghadapi orang-orang dalam kelompok besar ini. Sekarang mereka makin intens menyerang kami dengan sindiran dan kata-kata yang tidak benar. Kami bahkan tidak mengenal mereka namun mereka seolah menganggap kami adalah musuh besar padahal kami tidak melakukan hal apapun pada mereka. Saat kami berbicara dirumah dengan suara yang wajar mereka menyadapnya dan membuatnya bahan olok-olokan dimalam hari. Bisa anda bayangkan selama sore sampai malam hari orang bergiliran membicarakan kami seolah kami ini sampah dan mencari-cari kesalahan kami. Adik saya merasa sangat terganggu karena dia yg tidur diatas dan mendengar apapun yang mereka bicarakan. Apabila kami melakukan sesuatu seperti mengusahakan pekerjaan dll mereka akan menjatuhkan kami dengan cara mengejek dan mengolok-olok. Kebetulan adik saya membuka usaha disini dan pada awalnya sukses lalu banyak yg meniru. Kini banyak yg menjatuhkan usaha adik saya dengan mencari-cari kesalahan kami. Saya sudah bersabar dan melakukan sholat tahajud agar diberi ketenangan. Kini saya belum menemukan tempat sewa baru. Saya berharap dapat keluar dari lingkungan penggunjing ini dan menjalani kehidupan saya di lingkungan baru yang lebih baik dengan orang yang tahu agama dan memiliki iman. Mohon sarannya apa yang mesti saya lakukan. Karena mulut-mulut penggunjing bisa menyebabkan impian dan motivasi seseorang terkubur saya sangat khawatir dengan adik laki-laki saya dia menjadi makin tidak berdaya dan mengurung diri. Sedangkan adik perempuan saya tidak mau keluar rumah dan saya takut dia menjadi depresi meskipun saya tahu dia anak yg kuat dan sabar. Mohon sarannya. Terima kasih

      Hapus
    4. Dear Vitri,

      Apa yang anda lakukan sudah benar dengan melakukan tahajut, bertanya kepada Dzat Yang Maha Tahu, mengadu kepada Dzat yang Maha Menentukan, dan berserah pada Dzat Yang Menggenggam jiwa setiap makhluk..

      Setelah semua sikap baik yang anda lakukan, keadaan tetap tidak berubah. Dan setelah tahajut yang anda lakukan, anda merasa mantap, bahkan sangat mantap, untuk keluar dari lingkungan tersebut, maka anda bisa melakukannya dengan terus memohon kemudahan pada Sang Pemilik Takdir.... Dulupun, saat keadaan Mekah sudah tidak kondusif, Rasulullah pun melakukan hijrah ke Madinah.... Percayalah bumi Allah begitu luas. Semoga anda mendapatkan rezeki yang lebih baik.

      Hapus
  21. Assalamualaikum, mhon masukannya. Sya brsyukur membaca blog ini. Tp sy masih galau bgmana yg hrs sya lakukan. Sya br krja 2 bln. Ketika sy slsai mudik mau k tmpt kerja (beda propinsi), sya kecelakaan dan mglami ptah tulang tgan. Akhrny sy plg dan oprasi. Sya d sruh sgra blik dg HRD sy krn ijin sebulan. Hal ini krn stlh oprasi ad kntrol mngguan n hrs k dr.orthopedi yg mlkukan oprasi. Mnjer sy jg mnyruh sy blik, kbtulan sy d bgian kantor. Dan sya d sruh blik sgra krn pindahkn k lapangan yg g hrus ngetik2 lg d kntor. Sya ragu balik atau tidak krn kondisi sya masi lemah tp ibu menyarankn sya blik, krn ibu sya sudah tk bkerja krn ktika sy skit beliau resign untuk mrawat saya. Sya pny 2 adik shg smntr ibu k mengurus sawah.Untuk tmbhan kbtuhan saat ni. Saya blm sanggup balik dan ingin mncari kerja d tmpt ini sya sering d fitnah rekan saya dan spv saya yg jahat shg seolah kantor itu hrs mau menuruti baliau terlebih sering membicarakan orang, sya tidak betah dan izin sholat pun sya pernah d sindir sholat lama n rekan sy blg dzikir lama. Sya yakin it untk sya krn sy br slsai solat. Sering sya d prlakukan tdk menyenangkan. Bahkan sy mrasa sya kerja dsni urusan akhrt sering terlwatkn krn ijin yg susah, saya stres dg hal ini ap yg hrs sya lakukan sya sering mnangis, sya tidak tahan klau balik k tempat sna meski saya akn d pindah tugas krn tmpt basecamp tetap dsna. Saya sangat bingung, klurga besar tdk mnyuruh blik mnggu sya pulih yg hrsny masih ad kntrol 2mggu klau sya blik sya blm tentu sya kuat tiap 2mggu, tmpt sya krg mmperdulikan hal dmkian bila bkn kclkaan d tmpt krja. Shg sya pun bingung, mohon masukannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa alaikum salam,Latifah.

      Apa yang anda hadapi memang cukup berat, apalagi dengan cedera yang anda alami. Coba anda tanyakan pada hati anda, renungkan dan pertimbangkan baik-buruknya jika anda resign ataupun jika anda bertahan. Kalau perlu buat daftar baik-buruknya untuk dua pilihan tersebut.. Dan yang paling penting, teruslah sholat Istigharah untuk mendapat pilihan yang terbaik. Jika memang harus bertahan, berdoalah supaya anda diberi kekuatan, namun jika memang harus resign berdoalah supaya anda diberi ganti yang lebih baik.

      Tetap semangat dan tetap berprasangka baik pada Allah.

      Hapus
  22. Posting yg luar biasa...thanks..

    BalasHapus
  23. Posting yg luar biasa...thanks..

    BalasHapus